Seri Anak: Gagal Napas Akut
Pengertian
Adalah gangguan sistem pernapasan yang disebabkan adanya gangguan primer pada paru atau gangguan lainnya, sehingga sistem pernapasan tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Perawatan di ruang intensif
Gejala Klinis
- Kesadaran menurun, agitasi
- Peningkatan frekuensi napas, berupa: retraksi suprasternal, interkostal, supraklavikular dan retraksi epigastrium, takipneu, pernapasan paradoks.
- Sianosis
- Takikardi
- Bradipneu ( dalam keadaan lanjut )
Pemeriksaan Penunjang
- Radiologi
- PaO2
- PCO2
Pengobatan
- Bebaskan jalan napas dan pernapasan buatan
- Oksigenasi 100 % 1 – 2 liter / menit
- Medikamentosa:
| Nama obat | Sediaan | Pemberian | Dosis |
| Aminofilin | Larutan 24 mg/ml | intravena | 4-6 mg/kg BB dalam 30 menit dilanjutkan dengan 0,8-0,9 mg/kg BB/jam |
| Epinefrin | 1 mg/ml (1:1000) | subcutan | 0,001 mg/kg BB, Maks 0,03 mg |
| Salbutamol | Larutan 0,5 % | inhalasi | 0,05-0,15 mg/kg BB |
| Terbutalin | MDI (0,2 mg/puff) Larutan 0,1 % | inhalasi subcutan | 1-2 puff maks 6 mg 0,2 mg/kg BB, Maks 6 mg |
| Metil prednisolon | Larutan 125 mg/mg | intravena | 1 mg/kg BB tiap 6 jam |
Monitoring
Pemantauan ditujukan pada :
- Tanda vital (Frekuensi napas, Work of breathing, Frekuensi nadi, Sianosis, Kesadaran)
- Pemeriksaan Paru
- Analisa Gas darah
- Pulse-oxymetry
Kriteria Keluar dari Ruang Intensif
Apabila masa krisis sudah dilampui dan tindakan invasif dipandang cukup, maka penderita dapat keluar dari ruang intensif, dengan kriteria sebagai berikut:
- Hemodinamik sudah stabil
- Pernapasan stabil, ditandai dengan jalan napas bebas dan gas darah normal tanpa ETT
- Kebutuhan oksigen minimal
- Obat penunjang inotropik, vasodilator, anti aritmia tidak diperlukan lagi atau bila masih diperlukan, memakai dosis rendah
- Irama jantung terkontrol
- Tidak diperlukan lagi alat monitor tekanan intrakranial invasif, kateter hemodinamik, suctioning eksesif dan ventilator
- Gangguan neurologis ( kejang ) terkontrol
- Penilaian staf medik dan keluarga memutuskan tidak diperlukan perawatan intensif
Lama nggak mancing rasanya kangen juga. Berangkat ke batuah pagi lalu pulang selepas tengah hari. Di salah satu danau kecil dan anak sungai yang kami lalui ternyata ada bekas pengrusakan masal, ikan-ikan mengambang membusuk mungkin diracun atau strum. Duh teganya orang-orang merusak ekologi. Apa yang dicari ? Untungnya di tempat kami biasa mancing peristiwa serupa tidak terjadi. Sungai kecil dan hamparan rawa masih seperti dulu, dihiasi rerumputan liar dan kecipak loncatan ikan.
Hai ...
Semarak hajatan Piala Dunia yang dimulakan 9 Juni 2006, ditutup dengan seremoni nan megah di Berlin, dilanjutkan dengan pertarungan klasik antara italia dan prancis di partai final.
Setelah lima hari di jember, kami kembali ke surabaya. Kali ini tidak mampir di pecoro, karena hari pertama dan kedua di jember udah bancakan burung dara depot merpati pecoro yang memang terkenal empuk dan gurih.
Kasongan yang biasanya sesak dengan mobil dan orang belanja kerajinan tangan khas kasongan, sepi. Bangunan tradisional unik di kiri jalan gerbang kasongan hancur, beberapa toko kerajinan rusak, bahkan bangunan anggun berlantai tiga di tepi sungai roboh. Makin masuk makin banyak rumah penduduk luluh lantak. Sebagian pindah ke tenda-tenda di pelataran.
Tanggal 1 juli 2006, kami silaturahmi ke rumah dik wiwid dan dik ana, selain lama nggak ketemu sekalian mendengarkan cerita langsung saat terjadinya gempa dan hari-hari sesudahnya. Ketika dua hari sebelumnya dari surabaya ke jogja, sepanjang jalan memasuki klaten sudah nampak bangunan-bangunan retak, rusak dan roboh akibat guncangan gempa. Saat gempa, kebetulan dik ana sedang naik motor mau belanja ke pasar, tiba-tiba ada gemuruh seperti beberapa pesawat jatuh dan saat itu pula dia terlempar dari motor. Kaget, takut dan mencekam mengalahkan rasa nyeri. Di saat yang sama dik wiwid di rumah kaget karena tiba-tiba ada guncangan keras, dispenser terlempar, pot bunga berhamburan, demikian pula hiasan dinding. Lampu mati, hujan dan teriakan tetangga membuat suasana makin mencekam. Beberapa saat kemudian baru mereka sadar bahwa terjadi gempa. Di tengah kepanikan mereka juga sempat berhamburan mengikuti arus manusia yang berlarian tanpa arah. Hari-hari berikutnya adalah cerita pilu dari para tetangga yang rumahnya roboh dan anggota keluarga yang terluka.